Perkuat Ketahanan Gizi Masyarakat, DPPKB Targetkan Dashat untuk Ribuan Keluarga Berisiko Stunting di 2026
Tangerang – Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) melaksanakan Pelatihan dan Edukasi Gizi Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) tahun 2026. Acara ini digelar di Gedung Serba Guna (GSG), Tigaraksa, Selasa 21 April 2026.
Pelaksanaan pelatihan dan Edukasi Dashat ini menjadi langkah strategis untuk percepatan penurunan angka stunting.
Acara ini secara resmi dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Prima Saras Puspa. Dalam sambutannya ia menekankan bahwa intervensi stunting harus dilakukan secara konvergensi, baik spesifik maupun sensitif. Hal ini sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 dan Peraturan Bupati Nomor 103 Tahun 2022 tentang Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Tangerang.
“Visi Indonesia Emas 2045 tidak akan bermakna jika anak-anak kita tumbuh dengan kondisi stunting. Melalui DASHAT, kita tidak hanya sekadar masak-memasak, tetapi memberdayakan masyarakat di tingkat Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) untuk memahami gizi keluarga dengan memanfaatkan pangan lokal,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduka dan Keluarga Berencana, Achmad Muchlis dalam laporannya menyampaikan bawa Kegiatan DASHAT tahun 2026 ini ditargetkan naik signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. DPPKB melalui Anggaran DAK telah berhasil menyelenggarakan pelatihan di 265 desa/kelurahan dengan sasaran mencapai 13.250 Keluarga Berisiko Stunting (KRS).
"Selain dukungan dana pusat, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) juga dialokasikan khusus untuk 10 Desa Lokus, yang mencakup pemberian bahan natura kepada 1.240 KRS. Upaya ini merupakan kelanjutan dari program serupa yang telah berjalan konsisten sejak 2023 hingga 2025 dengan total sasaran mencapai puluhan ribu keluarga," tegasnya.
Pelatihan yang diberikan kepada para Kader Dashat fokus pada tiga pilar utama yaitu, pemberdayaan ekonomi, edukasi gizi, dan pemanfaatan pangan lokal. Para kader didorong untuk memaksimalkan potensi bahan pangan yang ada di sekitar rumah, seperti ikan lele atau hasil kebun, agar tidak ada lagi alasan kendala biaya dalam memenuhi gizi anak.
“Sering kali masalah gizi bukan karena tidak ada makanan, tapi karena kurangnya pemahaman mengolah bahan pangan yang tepat. Ibu-ibu kader adalah ujung tombak kita untuk menularkan ilmu ini kepada tetangga dan ibu hamil di lingkungannya”, tambahnya
DPPKB berharap para kader dapat saling gotong-royong bersama keluarga untuk pemenuhan gizi dan pendidikan anak yang lebih baik. Kerja sama di semua tingkatan masyarakat ini penting dan menjadi kunci sukses pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Tangerang sehingga semakin sejahtera dan berdaya saing tinggi.
*DPPKB/AP/JR
Nomor:PR/31-DPPKB/IV/2026
Berita Lainnya
-
24 Apr 2026
Pendampingan Apresiasi Rumah DataKu Tingkat Provinsi Banten Tahun 2026
Tangerang – Dalam rangka mendukung keikutsertaan Desa Situ Gadung Kecamatan Pagedangan pada Apresiasi Rumah DataKu ...
-
24 Apr 2026
Persiapkan Apresiasi Rumah DataKu Tingkat Provinsi Banten 2026, DPPKB Tingkatkan Pembinaan Desa
Tangerang – Dalam rangka mendukung kesiapan menghadapi penilaian Apresiasi Rumah DataKu tingkat Provinsi Banten Tahun ...
-
23 Apr 2026
Dukung Gerakan Nasional Indonesia ASRI, DPPKB Kabupaten Tangerang Korvei/Aksi Bersih Sampah
Tangerang – Dalam rangka mendukung gerakan nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) DPPKB melaksanakan ...
-
22 Apr 2026
Perkuat Ketahanan Gizi Masyarakat, DPPKB Targetkan Dashat untuk Ribuan Keluarga Berisiko Stunting di 2026
Tangerang – Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) melaksanakan Pelatihan ...
-
22 Apr 2026
Pendampingan Kampung Keluarga Berkualitas Desa Situ Gadung pada Seleksi Wawancara Apresiasi Tingkat Provinsi Banten
Tangerang – Dalam rangka mendukung keikutsertaan Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) pada kegiatan Apresiasi Kampung ...